Header Ads

Header Ads

Surat Cinta Julia Untuk Menteri Pendidikan


JAKARTA - Ketua Umum sekaligus Founder Jendela Pendidikan Nusantara (JPN), Julia Putri Noor menyampaikan curahan hatinya di tengah situasi bangsa ini yang dilanda wabah Corona Virus Disease (Covid-19).

Julia begitu sapaan perempuan asal Kota Makassar ini mengkritik sejumlah kebijakan Pemerintah, tak terkecuali kritikan itu disampaikan kepada Menteri Pendidikan, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim.

Dia berpendapat, selama ini pemerintah sibuk dengan sembako sehingga yang ada kebanjiran sembako sampai jual ke warung. Kendati, ada yang kosong melompong tidak dapat apa-apa dan mengeluh.

Tapi kata Julia, anak-anak lupa disapa, Pak Menteri pernah nggak mikir kebutuhan anak?. tanya Julia melanjutkan, kenapa nggak di berikan saja Vitamin buat keluarga,
obat-obatan pencegah  panas, flu, batuk dan keperluan Covid-19 lainnya dibanding "proyek sembako" yang menguntungkan pemain raksasa saja.

Dimana yang mampu bayar pengadaan sembako
Ratusan milyar itu pengusaha besar saja, dan nggak banyak uang yang cair besar di jaman Covid-19 ini.

"So yang kerjain pasti pak menteri taulah siapa-siapa aja," ucap Julia seraya menambahkan, bahwa bukan hal itu menjadi topik yang ia akan bahas.

Tetapi, soal anak-anak generasi masa depan bangsa yang harus di pikirkan. Anak-anaknya, ungkapnya
nggak ada yang sentuh dirumah mereka nggak tau mau ngapain, lockdown.

Menurutnya, HP bukan solusi, TV juga tayangannya nggak terlalu banyak yang berpihak pada mereka
isinya sinetron istri yang terzholimi
atau suami-suami selingkuh sehingga anak malah sampai hafal lagu-lagu sinetron dibanding lagu anak.

"Bapak Mentri, tahu nggak anak-anak juga rentan dengan virus,
anak-anak butuh kekebalan tubuh loh. Sementara, vitamin nggak ada, makanan bergizi mereka gak mampu beli masa covid ini, apalagi harus beli face shield mereka gak bisa beli, mahal. Masker??? juga pake berkali-kali sampai dekil," tutur Julia.

"Apa bapak tau anak-anak bisa saja ada yang tidak tahan dengan masker terus, anak-anak mungkin punya penyakit tapi apa mereka tahu penyakitnya membahayakan dirinya? karena bermain diluar rumah yang tidak pernah di pikir kan dimana zona aman buat anak bermain ?? dan tata cara bermain nggak diatur, juga dimana serta bagaimana mereka harus menghabiskan waktu tanpa jenuh," sambunya.

Sementara, tambah aktivis perempuan yang kerap melakukan pendampingan terhadap kasus kekerasan dan perempuan anak,yang lain hanya boleh main dirumah, tapi kan kita orang tua punya aturan gak boleh main HP terus.

"Terus kita mau ngapain, buu (curhat anak). Belum lagi curhat tentang sekolah (pembatasan usia)  yang usia 20 tahun sempat nganggur, ikut sekolah kejar paket , malah bisa lolos SMK secara online," lanjutnya.

Sementara, anak yang lebih muda pintar dan rajin sekolah bahkan berprestasi, malah nggak lolos gara-gara umur. "Pak menteri tau gak, ada anak-anak yang sakit
sampai dia stress sebab memilkirkan kenapa dia nggak lolos sekolah negeri, sementara sekolah swasta mahal dia tahu mamanya hidup sendiri banting tulang pasti gak sanggup bayar uang swasta yang mahal,"

Bapak mau ciptakan anak seperti apa di masa depan? karena bapak buat mereka berpikir berbeda. Target bapak kan mandiri tapi salah pak. Bapak malah menurunkan semangat belajar anak, kata mereka gak perlu pintar yang penting usia pas.  Ngapain belajar lagi, Ngapain capek-capek kejar prestasi. Ngapain harus rajin sekolah. Toh lolosnya bukan dari prestasi atau kepintaran tapi umur.


Duh pak mentri #Nadimakarim #MenteriPendidikan mau bapak apa sih.

Daring, ketus Julia, memang semua punya HP bisa daring ???. Semua punya laptop? Semua mampu beli kuota ? Lagi Covid-19 lo.

Kalau anak 6 daring semua, kira-kira harus punya HP 6 ???? 
dan apa harus mangkal di fasum yang ada wify bagus ?? 
Bgitu? Coba deh bikin aturan plus solusi jangan wajibkan anak tanpa solusi.

Pak bikin aturan uda buat kajian gak ??? uda survey wilayah indonsia yang berbeda beda kemampuan sosial ? 
udah tahu gak solusi apa selain daring.

Pak menteri, bapak tahu nggak.. 
anak-anak menengah kebawah 
bayar sekolah swasta mahal
tapi nggak sekolah, hanya daring 
bayaran jalan terus.
bapak tahu?? ibu-ibu itu tugasnya nambah ?? 
ibu sedih dan tertekan, suami gak punya pendapatan harus bantu dengan jualan kue atau jualan apa saja demi dapur tetap nyala.
sekarang harus dipusingin lagi 
jam belajar daring 
yang mana otak mereka sudah tidak mampu mengikuti tehnologi dan sistem ajar dirumah.

Belum lagi yang pusing anak terpaksa nganggur karena umur tak cukup bayar swasta tak mampu 

pak mentri

buka mata....
buka hati...
bapak memang canggih....
tapi bapak belum terlalu matang 
memahami permasalahan anak anak kami
bapak jamgankan mau menyelasaikan masalah pendidikan 
menyelesaikan masalah anak gak bisa bayar sekolah swasta .. dan gak punya HP buat daring aja bapak gak sanggup ...(sebab bukan cuma satu anak yg punya masalah inj diindonesia) ya kan?? pasti gak sanggup...

bapak mentri ... 
Ini bukan  anak anak harvard mereka sebagian menengah kebawah ,msih byk yang gaptek  ..gak punya uang beli hp, apalagi smart phone dan  laptop ???
So DARING maksimal hanya bisa di LN loh pakkk

pak bapak tahu gak quota mahal??
oh tentu bapak tdk tahu
bapak kan gak pernah bayar paket data
bapak tahu gak HP mereka jadul
oh gak sebab bapak sekelilingnya HP nya minimal iphone x ...
wajar bapaak gak tahu

pak presiden ..
pak mentri memang anak muda hebat yg sukses...
tapi dia bukan anak muda yang pernah hidup merakyat dan susah seperti anak anak kami
hingga tidak tahu apa masalah anak anak kami

bagi dia INDONESIA harus go online
dalam segala hal tapi SDM kami gak sehebat mereka yg lulusan luar negeri... 

pak mentri
masih byk cerita saya... 
dari semua curhat yang masuk saya butuh waktu seharian buat sampaikan kebapak... 
karena bapak tidak akan dengar langsung

bapak jalan aja terus ama program bapak

tapi bapak tutup mata dengan masalah kami emak emak dan anak anak kami


pak mentri....

buka lah sekolah!!!!
subsidi kebutuhan anak, 
semua protokol kesehatan harus siap
jangan suruh bayar lagi...
kan bapak ada GOJEK
disitu byk kok sumbangan masuk
buatlah free vitamin
free faceshild
free masker buat anak

kalo perlu free jas hujan buat kesekolah agar aman dari pergaulan sekolah

oh ya pak

kalo buka sekolah
pastikan semua sekolah STERIL
jangan wajib kan tanpa kontrol ya pak

terus belajar nya jangan sekaligus
buat shift ya bagi 2 waktu
(mahal bayar guru kalo shift .. oh gak pp subsidi lah pak bapak kan mentri yang sukses dalam
bisnis pasti punya cara buat itu) 

dan pak
penbelajaran jamgan dikelas ,sebab ruang tertutup bahaya buat anak anak kami, 
coba aula atau lapangan ,
pake infocus dan pake microphone agar anak anak bisa belajar dari jarak jauh .. duduk di buat sesuai protokol.. masuk sekolah digilir..

oh ya ....
disekolah pastikan minuman makanan harus disteril kan dari pedagang kaki 5 ...
pastikan anak anak bisa tidak jajan ,
pastikan juga anak anak jangan sampe tukeran makanan atau tukeran masker dan face shild­čą┤

pak mentri kalo bapak gak sanggup kerja sendiri...
ajak lah kadis pendidikan 
bimbing dengan tehnis yang sesuai protokol covid .. 
kalo gak sanggup banyak kok yang siap bantu
sebab masih byk pemerhati pendidikan yg siap bantu bapak demi anak anak kami aman

meski kami bukan lulusan luar negeri
tapi paling tidak kami tahu anak anak kami butuh apa ... dan ingin ap.

pak mentri...
saya masih mau banyak cerita 
semoga ada waktu ketemu bapak...
terima kasih
dan mohon dengarkan curhat emak emak kami
juga tangisan anak anak berprestasi kami

oh ya kenalkan saya

ibu dari enam
anak.. ibu yang bahagia kerja sosial sebagai penerhati pendidikan dan anak.. 

nama saya 

Julia Putri Noor
ketua umum
dan founder
JENDELA PENDIDIKAN NUSANTARA

salam cinta dari saya dan anak anak INDONESIA

ajak saya ketemu sebab dibelakang saya barisan ibu ibu menunggu kebijaksanaan bapak 

Waalaikumsalam 

#curhaanakmasacovid
#mutiaramakassar
#jendelapendidikannusantara

No comments: